Setiap hari itu sama, hari yang tepat untuk perbaikan diri

setiap manusia mempunyai jalan ceritanya masing-masing dalam mengarungi sebuah kehidupan ini. Ada jalan yang harus mereka pilih. Ada jalan yang harus mereka gunakan tanpa harus merugikan yang lain. Bahkan tak sedikit pula yang merasa bahwa perjalanan yang mereka tempuh itu sangatlah susah tuk diarungi. Namun tak jarang pula mereka yang melewatinya dengan kemudahan yang mereka rasakan. Sehingga mereka mendapatkan begitu banyak pembelajaran didalamnya. yang insyaAllah keberkahan itu akan selalu ada mengarungi bahtera kehidupan yang dilalui. Sehingga Allah pun ridha atasnya. Dalam kehidupan ini apa lagi yang harus kita harapkan kecuali Allah ridha atas apa yang kita lakukan tanpa menuntut suatu appaun. Karena Allah lebih mengetahui apa yang kita butuhkan dibandingkan apa yang kita inginkan. Bersyukur dan terus bersyukur adalah cara kita mengharagai kehidupan ini.
“malam mengajarkan kita bahwa gelapnya menjadikan bintang berpijar. Sama dengan ujian, bersabar melewatinya akan membuat kita bersinar….”
Setiap hari itu sama, setiap hari mempunyai waktu yang sama, 24 jam. Setiap hari waktu berjalan sama, namun yang membuatnya berbeda adalah kita, kita sebagai manusia, kita sebagai pelaku dari waktu itu sendiri. Kita yang menjadi peran dari drama kehidupan yang skenarionya sendiri telah dibuat oleh Allah swt. Setiap harinya sama, untuk terus dan terus perbaikan diri dari hari kehari selanjutnya. Waktu berjalan begitu cepat mereka tak pernah menunggu kita, jangan sampai kita kalah dengan jalannya waktu. Yang terus maju kedepan dan berganti. Manusia diberi akal pikiran untuk berfikir. Berfikir bagaimana dia bisa menjadi manusia yang lebih baik.
Bagaimana kita bisa menjadi manusia yang menghargai waktu, menghargai setiap hal yang kita lukukan. Entah itu kecil maupun besar, tanpa harus merasa bahwa semuanya telah hilang, namun seakan itu tetap ada. Iyaa… semua itu akan tetap ada hanya kita yang terkadang membatasi itu semua agar tetap ada dan utuh.
Setiap hari itu sama…
Setiap hari dengan jiwa dan nafas yang sama, dengan persamaan yang mewarnai perbedaan. Dunia ini bukan hanya ada Karena kita ada, namun adanya adalah kerana kita ingin mengarunginya dengan penuh petualangan yang selalu memberikan kita cerita baru. memberikan kita pembelajaran baru tanpa menuntut apapun dari apapun dan dari siapapun. Begitulah kehidupan, begitulah cerita yang harus kita arungi, sendiri ataupun bersama.
Berjalan tanpa harus menyesal, berjalan tanpa harus menoleh kebelakang untuk sekedar menyesal. Menoleh lah seklai-kali kebelakang hanya untuk mengartikan sebuah pemebelajaran yang dapat kita ambil.
Setiap hari sama, sama dalam perbedaan…
Semuanya akan tetap melangkah, berjalan.. tanpa henti, seolah semua itu akan tetap ada. Perputaran ini tidak akan pernah berhenti, karena semua itu terlihat nyata namun terkadang mimpi itu menjadi hiasan didalamnya.
setiap hari itu sama, sama dengan segala perbedaanya, sama dengan segala keberagamannya. Melangkah bahkan berlari. Setiap orang punya jalannya masing2, punya cerita dalam kehidupannya masing2 dengan segala scenario yang tuhan sediakan untuk setiap hambanya.
Karena dimana titik itu telah ada, dimana semua yang terjadi tak akan pernah tahu.. titik-titik inilah yang akan memberikan kita suatu pelajaran, yang sering kali kita mengabaikannya. Terlalu lama kita terpaku pada pintu yang tertutup sampai lupa bahwa disaping pintu yang tertutup, ada pintu-pintu lainnya yang sedang terbuka.
Seakan semua yang terjadi seperti halnya, setiap hari akan ada banyak hal yang terjadi dalam mewarnai kehidupan ini, akan ada banyak hal yang memulai untuk memilih berjalan atau bahkan hanya terdiam, barang sesaat.
Bahkan walaupun setiap manusia punya kehidupannya masing-masing tanpa terkecuali karenaa semuaa yang terjadi saat bukanlah hanya sebatas mimpi. Namun ianya adalah sebuah perjalanan nyata tanpa basa-basi dengan alur yang terjadi dalam diri manusia dengan segala keunikannya, dengan segala cerita yang bahkan itu tersembunyi namun kan terungkap oleh waktu yang katanya akan menjawab semuanya. Namun ketika kita bertanya pada waktu mereka seolah-olah diam membisu tanpa jawaban, dengan tanpa terkecuali tiba-tiba saja ia memberitahu kita untuk menangis tau tertawa untuk mengahadapinya tanpa mempertanyakn kepada kita, apakah kita setuju atau tidak? Berharap itu terjadi atau tidak?
Disinilah waktu ingin menunjukan satu hal pada kita, yaitu menerima.. dengan sikap menerima namun tetap tegar walau apa yang harus kita terima itu bukanlah sebuah keinginan kita. Bahkan tak jarang dan tak sedikit semua itu terjadi. Semua itu hanyalah sebuh pembelajaran yang ingin diberikan kepada kita tanpa mengeluh dengan tetap senyum mengembang diwajah.
Setiap hari sama…
Setiap hari sama…
Sama untuk memperbaiki diri tanpa jeda…
images

“Hidup itu simple, melakukan hal positive yg membuat aku senang”

images

Setiap orang mempunyai jalan ceritanya masing-masing, setiap orang punya caranya masing2 untuk menjalani hidup..

Terkadang ada saja cerita menarik yang mewarnai hidup ini, tapi tak jarang juga ada cerita sedih didalamnya, inilah yang terkadang membuat seseorang merasa bahwa hidup tak adil buatnya, ada saja hal yang membuat orang tertawa karena mungkin ia sedang merasa sangat bahagia, tapii ada juga lhoo orang yang menangis karena suatu hal yang membuatnya sedih, mungkin terkadang kita saja yang terlalu serius dalam menghadapi hidup ini.

Padahal kalau kita mau lebih sederhana lagi, sebenarnya hidup itu ga sesusah yg kita bayangin koo,, because what? Because life is simple guys.. and I thing that’s true…

Life is beautiful..

Seandainya aja kita mau lebih terbuka sama diri kita, lingkungan, dan semua orang yg berada disekeliling kita.. everytime… everywhere..
pasti hidup ini akan lebih berwarna,,
orang yg saling menyayangi, menghargai, mengerti, and ga banyak menuntut…
kegagalan,kemenangan,kebahagiaan,kesedihan,kecewa,tertawa, menangis, itu semua adlah beberapa warna kehidupan yang setiap orang pasti telah, sedang, atau akan terjadi, inilah warna dalam hidup..

Pelangi saja terlihat indah karena perbedaan warna yg menghiasinya dan membuatnya indah, dan membuat setiap orang siapa saja yang melihatnya pasti tersenyum,,
soo…. Guys akankah kita bisa menjadi seperti pelangi?
yang membuat semua orang disekeliling kita merasa bahagia, dan senang Karena mereka telah mengenal kita.. dengan kata lain, buatlah hidup kita berwarna, biarkanlah diri kita merasakan bahagia dan sedih, susah dan senang.. dan hal-hal lain yang sebenarnya itu membantu kita untuk menjadi lebih baik lagi,lagi dan lagi.

Hidup itu seperti roda berputar, yapp… betul banget..
semua orang pasti tau pepatah ini, tanpa terkecuali… nah, sekarng tugas kita adalah bagaimana agar perputaran roda yg terjadi pd hidup kita tidaklah hanya berputar, dan membiarkan diri kita terpaku terlalu lama pada satu putaran, dan tanpa sadar biasanya kita akan menjalani hidup ini terasa berat ketika perputaran itu berhenti pada satu titik yaitu problem hdup..

Soo… gimana caranya kita menghadapinya? Menjalani saja seperti air mengalir atau membuat plan agar ketika arus kehdupan ini hampir menabrak sebuah karang, maka kita sudah siap sebelumnya dengan 1001 rencana yg telah kt buat, dan tentunya kita tdak akan menabrak karang tsb, kalaupun terkena hanyalah sedkit saja. Karena kita sudah mmpersiapkan senjata untuk mengalahkannya..
ingat guys… problem itu bukanlah something yg harus kita hindari, tapi dijalani, dinikmati, ambil pelajaranya.. soo simple kan? Hhhe

Apakah kalian udh punya senjatanya guys?
udh brpa bnyak plan yg kalian buat? Sudhkah mencapai 1001?

Apapun plan kita, maupun seberapa bnyak.. you must remember if life is simple..
jadilah pelangi, dan biarkan tangan ini meraih tingginya bintang.

Lakukan hal-hal positive yang membuat kita senang, lakukan sebanyak yg kita mau, waktu tdak akan menunggu kita guys, ia akan terus bergerak tanpa henti, kalau kita tdak bergerak  and do something, maka jangan pernah berharap bahwa waktu akan kembali. Ia akan terus berjalan, tanpa kita sadari terus berjalan sangatlah cepat..

Soo.. hargai hidup lhoo yg sebentar ini.. karena takdir tidak akan pernah memberitahu kita kapan, dimana, bagaimana…semua itu terjadi….

but, kita bisa merubah itu semua dengan apa dan bagaimana kita melakukannya..
jemputlah akhir yang bahagia.. akhir yg tdak membuat sang maha pencipta menyesal karena telah menciptakan kita menjadi salah satu manusia diantara ribuan manusia yg tersebar dimuka bumi ini.

Jangalah pernah takut menghadapi hidup, apalgi ketika kta sedang berada pada zona ketidaknyamanan. Kebahagiaan bisa kita ciptakan dengan mudah, bahkan kesedihanpun bisa dengan mudah pula kita hilangkan..

Allah selalu ada, jangan membiarkan diri kita melakukan hal-hal yang membuat kita sendiri jauh dari Allah, selalulah bersyukur dalam keadaan apapun, jangan bnyak mengeluh apalagi menuntut. Cukup Allah memberi kita nafas setiap harinya, cukup Allah membiarkan kita untuk tetap hidup sedikt lebih lama, nikmati dan syukuri.. selalu ikhlas dengan kondisi apapun, dimanapun dan kapanpun..

Buatlah diri kita senyaman mungkin dengan hal positive,
buatlah diri kita senang, buat diri kita merasa bahwa hidup itu indah,
buatlah diri kita tidak mnjd manusia yg putus asa, dan mnyerah gtu aja.
keep our spirit 😀
mulai dari sekarng, buang tuh jauh-jauh virus malas, egois, and hal-hal negative lainnya yg bersarang di diri kita..
dan biarkan energy positive agar terus ada dan berkembang dalam diri kita.
dan tanamkan satu kalimat pada diri kita,
“life is simple, lakukan hal positive yg membuat kita senang”

“Seseorang mengatakan itu adalah benar or salah, sebatas apa yg ia lihat dan dengar”

What do you think? Kalau kalian denger atau membaca kalimat itu guys?
“benar or salah, sebatas apa yang ia lihat dan dengar”

Terkadang apa yg kita lakukan tidaklah selalu benar dimata orang lain, bahkan ada juga yang menggapnya itu adalah salah. Kita ga bisa menyalahkan siapapun dalam hal ini, because what? Karena orang-orang yang komentar atas apa yang kita katakan, lakukan adalah sebatas apa yang mereka lihat dan dengar. Yang hanya mengetahui benar atau salah hanyalah diri kita sendiri, nothing els…
mungkin terkadang dan juga tak jarang kita mendapat serangan secara ga langsung ataupun langsung, dalam artian ada tipe orang yang ga suka melihat kita do something, bisa aja dimatanya kita salah. Itulah yang sering membuat kita ga nyaman, dan ingin sekali rasanya lari masuk kedalam zona nyaman.

Kebanyakan orang tidak suka apabila ia dikritik, asalkan kita tau aja.. sebenarnya kita perlu banget untuk dikritik, dengan kritik seseorang bisa aja sadar atas apa yg ia perbuat, kalau kita mau lebih sadar lagi, sebenarnya kita ga perlu mmbenci orang yang telah mengkritik kita lhoo.. kalian ga tau kan, kalau sebenarnya orang yang sudah mrngkritik kita tu, karena dia tu sayang sama kita dan peduli sama kta tanpa ia sadari.

Maknya mulai sekarang, janganlah kita menolak atau bahkan sampai membuang mentah-mentah klo ada kritikan yg dilontarkan orang lain ke kita.
jadikan kritikan itu sebagai vitamin buat kita, itu artinya apa? Artinya adalah kalo kita sebenrnya benar-benar butuh dikritik sama orang..

Walaupun kebnyakan kritikan itu disampaikan dengan cara yg ga baik, dari mulai tatapan yg ga enak diliet sampai kata-kata yg dilontarkanpun ga enak buat d denger..
yaaa… itu keadaan sprt itu memang sngatlah g nyamna buat kita guys..
tapi gpp.. jangn fokuskan kita pd negativenya,, buut.. pelajaran yg bisa kta ambil dari kritikan tu.

Bisa jadi kan, kalo ternyata apa yg dibilang orang lain tu benar, penilaian orang lain jga penting lhoo guys..

Apa yang kita katakan, kita lakukan tdak akan pernah lepas dengan komentar orang yg ada disekitar kita, selalu saja ada yg menilai, apapun itu baik atau tidaknya komentar orang terhadap kita bukanlah sesuatu yg harus kita hindari. Karen ada bnyak hal yg kita dapat dari situ.

Janganlah dibuat masalah, jangan menjadi orang yang sensitif terhadap apa yang orang lain katakana tentang kita.

Grab to fast..

Segalanya tdaklah buruk, akn tetapi itu akan mnjadikan kita lebih baik lagi, lagi dan lagi.

Bagaimana mungkin itu akan menjadi hal yg mmebuat kita jatuh, kalau ternyata tu mmbuat kita bangkit tanpa sadari.

Cobalah untuk bersahabat dengan ‘masalah’….

Bagaimana mungkin seorang yang pernah mengalami sebuah kegagalan dalam hidupnya, ia akan tetap jatuh pada lubang yang sama? Bukankah itu sama saja seperti seseorang yang tidak pernah berfikir kenapa masalah tersebut datang kedalam hidupnya? One again, kenapa disaat masalah itu datang hanya mengeluh dan mengeluh? Tanpa membiarkan diri ini untuk berfikir untuk mencari sebuah solusi? Tegakah kita membiarkan diri ini untuk terus menerus terpuruk dalam suasana hati yang tak menentu, bahkan tak mempunyai arah dan tujuan.

Allah adalah satu-satunya Tuhan kita, Allah selalu memberikan sebuah solusi ketika hamba-hambaNya mengalami masalah dalam hidup bahkan ketika hambaNya tak mengingatNya sekalipun, yang menjadi pertanyaan besar adalah bukankah seharusnya Allah membiarkan saja hamba-Nya yang tidak mau minta pertolongan kepada-Nya.
tetapi tanpa kita sadari Allah selalu berbuat baik kepada semua makhluk hidup-nya.. kita seharusnya malu, tidak terus-menerus menuntut. Tidak terus-menerus melakukan apa yang dilarang dan meninggalkan kewajiban kita sebagai seorang muslim, sebagai bentuk pengabdian diri kepada sang maha pencipta?

Allah hanya ingin hamba-Nya untuk sedikit lebih bersabar tanpa batas, untuk terus berusaha, untuk terus berhuznudzan terhadap-Nya, tanpa berputus asa..

Setiap orang, setiap manusia, setiap yang bernyawa pasti mempunyai kebahagiaannya masing2 dalam hidupnya. Tanpa terkecuali kita… namun, mengapa terkadang untuk menggapai sebuah kesuksesan rasanya sulit sekali, hati ini terkadang susah untuk tetap tenang dan sabar.. yang ada hanyalah mengeluh dan mengeluh..

Sebuah pencapaian
pencapaian adalah sesuatu yang memang harus dicapai, tanpa sebuah pencapaian dengan kerja keras barang tentu seseorang tidak akan pernah mencapai apa yang dia inginkan…

Memang terkadang untuk menjadi seorang yang luar biasa, seorang yang sukses dalam hidupnya, seorang yang mampu menjadi manusia yang bermanfaat itu tidaklah mudah, hidup adalah sebuah proses, setidaknya proses untuk menjadi manusia yang lebih baik.
masalah bukanlah akhir dari segalanya bukan? Walaupun mungkin masalah terkadang membuat manusia menjadi down, terpuruk bagaikan langit runtuh katanya” cukup menggelikan sebenarnya.. hhehe
coba deh, kalau kita mau lebih menyederhanakan masalah yang datang ke kita, pasti masalah tsb akan kita lihat bagaikan sebutir debu diantara hamparan gurun pasir.
kenapa demikian? Iyah, tanpa sadar sering kali kita terpaku terlalu lama pada masalah yang sedang kita alami, tanpa membiarkan kita untuk positive thinking..
setiap masalah-masalah yang terus saja menghampiri hidup kita bukanlah sesuatu yang harus kita takuti, bukanlah sesuatu yang harus kita benci seakan-akan kehadirannya membuat kita selalu menjadi orang yang tak bahagia…

Hey.. itu salah besar, kita tidaklah harus membenci masalah, kita hanya perlu memknainya dengan baik dan memikirkan bagaimana solusi yang tepat terhadap masalah yang menghampiri hidup kita, jadikanlah masalah yang datang kita anggap sebagai vitamin, vitamin untuk lebih menguatkan kita agar menjadi manusia yang lebih baik lagi dari sebelumnya, masalah memberikan kita makna akan arti kehidupan yang sebenarnya. Masalah hanya membutuhkan sebuah solusi, hanya itu. Tidak ada yang lain.

Hanya terkadang kitanya saja yang membuat masalah itu menjadi setinggi gunung, terasa sangat berat dihadapi, padahal kalu kita mau lebih sederhana masalah tidaklah akan menjadi sebuah masalah kalau kita tidak mempermasalahkannya… masalah tidaklah harus kita abaikan, namun masalah haruslah kita cari jalan keluarnya, solusinya..
kita semua pasti tahu kalau Allah tidak akan memberikan sebuah masalah, sebagai cobaan dan ujian hidup bagi hambanya tanpa beriringan dengan solusi.
kenapa Allah memberikan masalah sebagai ujian ataupun cobaan kepada hamba-hambaNya? Karena dari masalah itulah, Allah bisa melihat seberapa besar kita kuat dan sabar ketika melaluinya… masalah adalah salah satu cara bagaimana manusia bisa memaknainya dengan penuh hikmah dan jadikan ukuran apakah manusia itu sudah naik kelas apa belum, sudah berubah menjadi manusia yang lebih baik apa belum..

Jikalau belum, berarti kita harus menanyakan tentang seberapa besarkah iman yang tertanam dalam diri kita?
dan masalah yang datang dan tanpa lelah menghampiri kehidupan kita menjadikan kita menjadi manusia-manusia yang tetap pada titik istiqomahnya dan tidak akan jatuh pada lubang yang sama. Tidak melakukan kesalahan yang sama, tidak menjadi manusia yang banyak mengeluh, tidak menjadi manusia yang berputus asa atas apa yang terjadi dalam hidupnya…

Kita harus yakin, bahwa setiap manusia akan menemukan kebahagiannya masing-masing, tanpa terkecuali kita.. lantas bagaimana kita dapat meraihnya? Ingat, bahwa Allah hanya ingin hambaNya untuk lebih lama sabar dan berhuznudzan terhadap skenario-Nya tanpa batas…

 by: K.L

Sebenarnya cinta yang seperti apa?

Setiap manusia pasti akan menemukan cintanya sendiri dengan caranya sendiri, pernahkah kita sebelumnya membayangkan akan seperti apa kisah yang Allah persiapkan untuk kita dan calon adam bagi kita, adam yang akan menjadi seorang imam yang baik menurut Allah bagi para hawa yang merindukan cinta karena Allah. Cinta yang akan membawa kita pada Ridha-Nya karena kita dekat.

Cinta hanyalah terdiri dari lima huruf saja yaitu C-I-N-T-A, namun pernahkah kita merenungi kedahsyatan dari lima huruf ini? Sadar atau tidak namun cinta bisa membuat perubahan yang besar dala kehidupan. Cinta bisa membawa perubahan pada kehidupan seseorang pada kehinaan dimata Allah dan manusia, ada banyak hal yang bisa membawa pada kehinaan ini, tentu saja karena manusia itu tidak menggunakan cinta dengan hati, namun lebih kepada nafsu belaka. Bukankah ini yang akan membawa petaka bagi kita? cinta yang justru membawa kita jauh dari Ridha-Nya, membawa kita jauh  dari kasih sayang dan keberkahan yang  tidak akan pernah kita dapat. Bahkan hanya akan ada penyesalan, dan sayangnya penyesalan itu selalu saja datang paling belakang setelah semuanya terjadi, setelah ini apa yang dapat diharapkan bahkan cinta Allah saja kita tidak mendapatkannya. Naudzubillah..

Namun Cinta juga dapat membawa kita menjadi manusia-manusia yang baik dimata Allah. Cinta yang hakiki hanyalah cinta hamba kepada Rabbnya, cinta yang selalu membuat hati bergetar ketika mendengar nama-Nya disebut, bahkan haus akan rasa rindu yang tiada henti.
cinta seperti inilah yang membawa kita mendapatkan kemaghriban Ridha-Nya dalam setiap hembusan nafas. Bahkan dengan yang cinta ini kita para hawa akan dipertemukan dengan seorang adam pilihan Allah dengan skenario yang indah tentunya, dengan seorang adam yang juga melabuhkan seluruh cintanya kepada sang pemilik cinta yaitu Allah.

Betapa indah bukan? Ketika cinta membawa manusia-manusia yang merasakannya dipenuhi dengan ketenangan hati dan jiwa serta kasih sayang dan ridha-Nya.
setiap manusia, setiap dari kita, setiap adam, dan setiap hawa. Pasti ingin mendapatkan cintanya dengan seseorang yang sudah dituliskan namanya disamping nama kita di lauhul mahfudz…

Dengan itu kita para hawa, teruslah meminta kepada sang pemilik hati. Agar suatu hari nanti dihari yang diridhai Allah dengan skenario yang indah, dengan keadaan,tempat, dan waktu yang diridhai-Nya kita para hawa dipertemukan dengan seorang adam pilihan Allah yang melabuhkan seluruh cinta-Nya kepada Allah, dengan itu cinta yang hadir dapat terus tumbuh karena Allah sampai maut memisahkan kita didunia dan mempertemukan kita kembali didalam kehidupan yang sebenarnya, kehidupan kekal yang dengan segala rasa cinta Allah menempatkan kita bersama manusia-manusia yang mencintai Allah, mencintai nabinya, mencintai orang tuanya, mencintai saudara-saudara seimannya.sehingga kita semua dapat merasakan cinta yang membawa kepada keindahan, ketenangan dan kebahagiaan dalam surge-Nya…

Begitu indah ketika kehidupan ini kita jalani dengan ikhlas tanpa banyak menuntut dan tetap tersenyum, walau kita menyimpan segudang air mata dala hati namun semuanya akan begitu mudah terlewati ketka memang itu lakukan karena cinta.

Cinta memanglah sebuah kata yang sangat sederhana, namun memiliki sebuah makna yang sangat, sangat luar biasa bagi para pemiliknya, cinta dapat membawa kita kedalam kehinaan, namun cinta juga dapat membawa kepada ridha-Nya.. semua itu kembali lagi diri kita masing-masing, kita mau memilih yang mana? Apakah kita memilih cinta yang membawa kita kedalam kehinaan dimata Allah dan manusia? Atau kita memilih cinta yang membawa menjadi manusi-manusia yang mendapatnya segala ridha, kasih sayang serta kebahagiaan karena Allah?.
semuanya kitalah yang membawa diri ini menjadi manusia yang hina? Atau manusia yang dipenuhi dengan berkah?

Apapun pilihan saya, anda, kita atau kalian semoga Allah selalu membimbing kita agar menjadi manusia-manusia yang yang haus akan cinta-Nya dan selalu menjadi manusia yang ikhlas dalam setiap keadaan karena kita tidak ingin kehilangan cinta Allah dan siap menunggu sampai Allah mengirimkan seorang adam yang tak lain dan tak bukan adalah seseorang yang melabuhkan cintanya kepada kita karena Allah…

Indah bukan?
life is choice … pilihlah karena cinta kita kepada sang maha pemilik cinta… Allah swt
home sweet, 13 agustus 2014
by: K.L (Koidatul Lisa)

Duhai Wanita…

Gambar

 

 

Oleh : Nayla Ridla, MSi ( Penggiat CIIA/The Community of Ideological Islamic Analyst Devisi Kajian Sosial Budaya )

Sebagai wanita, kadang aku tidak mengerti dengan makhluk bernama wanita. Ada berjuta warna tentang wanita. Ada wanita yang amat menjaga kehormatannya, setengah hati menjaga dan ada pula yang menjual kehormatan tanpa harga. Ada wanita yang merasa amat terhina saat dipandang sedemikian rupa oleh lelaki, ada yang biasa saja, bahkan ada yang senang dan bangga.

Dari cara berpakaian pun ketahuan, mana wanita yang menghargai dirinya sendiri, mana yang tidak. Wanita yang menutup seluruh badannya kecuali muka dan telapak tangan dengan pakaian longgar tentu sangat berbeda dengan mereka yang menutup seluruh auratnya dengan kain transparan dan ketat membentuk tubuh. Amat berbeda juga dengan yang membiarkan bagian tubuhnya terbuka dan terlihat.

Duhai wanita, benar-benar aku tak mengerti. Bukankah telah datang padamu pengetahuan tentang cara berpakaian yang datangnya dari Sang Pencipta? Di zaman sekarang rasanya tak mungkin engkau tak tahu. Bukankah pengajian dan majelis taklim pun bertebaran di sekitarmu? Di masjid, mushola, rumah tetangga, televisi, radio, koran, majalah dan masih banyak sumber informasi lainnya. Bukankah saat engkau keluar rumah, amat mudah dijumpai wanita yang menutup aurat dengan benar? Tak pernahkah engkau berpikir dan bertanya-tanya dalam hatimu, mengapa mereka seperti itu dan engkau tidak? Bukankah engkau dan ia sama-sama wanita? Sama-sama memiliki keindahan kulit dan tubuh yang menarik bagi lawan jenis.

Duhai wanita, engkau adalah makhluk amat indah. DiciptakanNya perasaanmu selembut salju. Jadi tutupilah auratmu secara benar dan utuh, tidak minimalis seperti bangunan rumah yang siapapun bebas menatap keindahannya.

Minimalis, karena selain muka dan telapak tangan masih engkau tampakkan keindahan bagian yang lain. Masih engkau tampakkan bayang-bayang tubuh dan rambutmu dibalik kain kerudung dan baju yang dipakai. Masih terlihat lekuk-lekuk tubuhmu karena ketatnya pakaian yang menutupi badan. Masih engkau perlihatkan auratmu di sekitar rumah, karena engkau hanya menutupinya saat pergi-pergi saja. Engkau masih menganggap pakaian taqwa seperti mode, yang perlu dihias disana sini hingga menarik perhatian, yang hanya dikenakan saat kuliah, sekolah, kerja, belanja ke pasar dan aktifitas yang jauh dari rumah lainnya.

Duhai wanita, apa sebenarnya yang menghalangimu untuk berhijab sempurna? Yang semata dilakukan karena Allah, bukan yang lain. Yang dikenakan hanya untuk mematuhi perintah Allah, bukan yang lain. Bukan agar tampil lebih menarik, modis, keren, dan mengundang decak kagum siapa pun yang memandangnya.

Berhijab karena Allah, adalah berhijab sesuai dengan yang Allah kehendaki. Bukan “semau gue” tanpa aturan. Bukan pula “asal-asalan” tanpa pedoman. Karena berhijab adalah bagian dari kewajiban. Bernilai ibadah, yang berpahala jika dilaksanakan dan berdosa bila ditinggalkan.

Bila tanpa aturan, maka muncullah berhijab modern sebagai bagian dari mode yang berubah-ubah mengikuti trend pasar. Berkerudung namun tipis dan tak sampai menutupi dada. Berkerudung tapi masih pake baju transparan ala Korea. Berkerudung tapi bercelana pensil amat ketat hingga terlihat jelas bentuk pinggul dan kaki. Berkerudung tapi baju amat ngepress di badan seperti ketupat. Sungguh, berhijab model begitu tidak seperti yang Allah kehendaki. Allah menghendaki seorang wanita mulia, terjaga dan terlindungi. Dan itu hanya akan ada kala sempurna berhijab mengikuti aturanNya yang tertuang indah dalam Alquran.

Allah berfirman dalam surat An Nuur ayat 31, “Dan hendaklah mereka menutup kain kerudung hingga ke dadanya.”  Demikian juga Allah berfirman, “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Ahzab: 59)

Sungguh, aku juga semakin tak bisa mengerti kala melihat perilaku kaumku dalam pergaulan. Sudah bukan rahasia lagi, betapa banyak wanita yang telah menyerahkan kehormatan yang sesungguhnya amat tersembunyi hingga hamil di luar nikah. Tak bisa dibayangkan, yang letaknya amat rahasia saja hilang apalagi yang tidak. Pacaran seperti sudah menjadi bagian gaya hidup. Tidak keren jika tidak pacaran. Merasa ketinggalan jaman dan kuper jika tidak pacaran. Menganggap tak mungkin bisa menikah tanpa didahului proses berpacaran. Tak disadari bahwa pacaran sesungguhnya sama saja dengan membuka pintu lebar-lebar bagi setan untuk memasuki dan menggoda lebih dalam lagi.

Pacaran, sangat terlarang dalam Islam. Sebab, pacaran sesungguhnya merupakan  sebuah akifitas mendekati zina. Terbukti saat pelaku pacaran berubah menjadi berbadan dua. Jelas terlihat pacaran adalah sebuah pelampiasan syahwat. Hanya untuk mencari kepuasan dan kenikmatan. Pelan namun pasti, bisa menjerat dua anak manusia yang sedang terkena panah asmara untuk semakin dekat dengan zina sesungguhnya. Mulanya zina hati, zina mata, zina tangan, zina kaki hingga mana kala godaan setan semakin tak terbendung akhirnya jadilah zina yang sebenar-benarnya.

Duhai wanita, jawablah dengan sejujurnya. Bagaimana perasaanmu kala engkau telah tersentuh oleh lelaki yang bukan suamimu? Menyesal? Senang? Atau bangga? Pernahkah engkau memikirkan bagaimana perasaan kedua orangtuamu? Putri yang sejak kecil disayang dan dijaga dengan segenap hati, begitu mudah menyerahkan kehormatan pada sembarang lelaki. Lelaki yang tak menghargaimu dan tak punya harga diri, menyentuh wanita dengan cara hina dan rendah seperti binatang. Tanpa kemuliaan ijab qabul yang membuat orangtua meneteskan air mata bahagia. Hanya untuk sebuah kesenangan sesaat, yang akan menjadi noda sepanjang hidup. Nikmat membawa sengsara dunia akhirat.

Bukankah kelak engkau pun ingin menjadi seorang ibu? Seorang ibu yang dibanggakan anaknya. Bukan seorang ibu yang bahkan tak tahu siapa bapak anaknya. Bukan menjadi seorang ibu yang tidak pernah menikah sebelumnya. Bukan juga seorang ibu yang gagal berkali-kali menggugurkan buah cinta terlarangnya. Bukan pula seorang ibu yang hamil duluan sebelum pernikahan berlangsung.

Duhai wanita, tahukah engkau apakah sesungguhnya tujuan penciptaan kita? Allah berfirman, ” Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu.” (TQS Ad Dzariyyat 56). Jadi sepanjang nafas kita, Allah memerintahkan kita beribadah. Menyandarkan semua ucapan dan perbuatan pada hukumNya. Salah satu ibadah antara lain adalah menuntut ilmu Islam. Hukumnya wajib, agar manusia tahu apa saja kewajiban/perintah yang Allah bebankan pada kita. Supaya paham, apa saja larangan Allah untuk hambaNya. Supaya mengerti apa yang benar dan salah dalam pandanganNya. Ilmu adalah bekal langkah manusia. Ilmu itu laksana pohon, yang akan berbuah jika diamalkan, ilmu tanpa amal ibarat pohon yang tidak berbuah, sedangkan amal tanpa ilmu ibarat menanti buah tanpa adanya pohon.

Duhai wanita, berjilbab sempurna adalah kewajiban. Setiap muslimah mau tidak mau, suka tidak suka wajib mengenakan ketika keluar rumah ataupun saat ada pria ajnaby/asing. Sedangkan berdua-duaan dengan lelaki tanpa muhrim adalah laranganNya, apalagi bila sampai berpegangan tangan, berciuman bahkan lebih dari itu, jelas haram. Perintah dan larangan Allah wajib dipatuhi. Tak ada tawar menawar. Tak ada alasan apapun untuk menolaknya. Allah yang menciptakan kita lebih tahu, bahwa manusia dengan segala potensi yang dianugerahkanNya pasti mampu dan sanggup menjalankannya.

Duhai wanita, sadarlah dan segera bertaubat. Jangan engkau anggap akan hidup selamanya. Jangan engkau merasa masih jauh dari kematian hanya karena usia masih muda. Hidup hanya sementara di dunia. Pada akhirnya, cepat atau lambat hidup akan berakhir. Tak ada lagi “aku” di dunia ini. Hilang sudah semua kenikmatan. Yang ada hanya badan yang terbujur diam. Tak lagi bisa tersenyum, tertawa, bercengkerama, berdoa mohon ampunan dan rahmatNya, serta segala hal yang bisa dilakukan saat masih hidup. Tak ada lagi kesempatan untuk menaati segala perintahNya. Tak lagi ada waktu untuk menjauhi seluruh laranganNya.

Jadi tunggu apalagi. Mumpung kesempatan masih terbentang. Mumpung kita masih bisa bernafas. Laksanakan segala kewajiban dan jauhi semua larangan sekarang juga. Kesempatan milik kita hanya hari ini, esok lusa masih rahasia. Belum tentu kita masih tetap dianugerahi Allah indahnya mentari. Sesungguhnya Allah amat senang dengan hambaNya yang bertaubat, melebihi kebahagiaan seorang ibu yang menemukan anaknya yang hilang.

Ingatlah satu hal duhai wanita, hidup akan dimintai pertanggungjawaban. Jadilah wanita cerdas yang memikirkan kehidupan setelah kematian. Kelak Allah akan mempertanyakan pada kita segala hal tentang pilihan perbuatan. Rosulullah bersabda, ”Tidak bergeser kaki seorang hamba sehingga ia akan ditanya tentang empat perkara (yaitu):(1) Tentang umurnya untuk apa ia habiskan?; (2) Tentang ilmunya untuk apa ia amalkan?; (3)Tentang hartanya darimana ia dapatkan dan kemana ia belanjakan?; dan  (4) Tentang badannya untuk apa ia gunakan?. (Sunan At-Tirmidzî).

Duhai wanita, engkau akan semakin cantik jika bermetamorfosa menjadi seperti kupu-kupu. Dari ulat dan kepompong menjadi kupu-kupu yang indah di hadapanNya. Wallahu’alam.